Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Tuntutan AS Tidak Konsisten Jadi Penghambat Negosiasi Nuklir Iran

Tuntutan AS Tidak Konsisten
Shoppe Mall

Tuntutan AS Tidak Konsisten Jadi Hambatan Utama dalam Negosiasi Nuklir dengan Iran

Jangkauan Tanggerang — Tuntutan AS Tidak Konsisten Negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali bergulir belum menemukan hasil konkret meskipun kedua belah pihak berharap mencapai kesepakatan. Salah satu isu yang mencuat adalah konsistensi tuntutan Washington, yang dinilai Iran menjadi penghambat serius dalam proses pembicaraan.

Menurut pakar dari Universitas Teheran, Iran telah mengkritik AS sering mengubah tuntutan dan syarat dalam perundingan, yang membuat Tehran kesulitan merespons secara efektif bahkan di tengah keinginan tegas Iran untuk terus berdialog. Tuntutan yang berubah‑ubah itu mencakup batasan teknis terhadap program nuklir dan kondisi implementasi kesepakatan yang dinilai tidak stabil dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Kondisi ini dianggap mengaburkan posisi kedua belah pihak dalam mencari titik temu.

Shoppe Mall

Kritik terhadap sikap AS ini muncul menjelang putaran ketiga perundingan nuklir

tidak langsung yang dijadwalkan digelar di Jenewa pada akhir Februari 2026, yang dimediasi oleh Oman. Iran berharap dialog tersebut dapat menghasilkan rencana kerja yang jelas tanpa syarat yang kontradiktif.

Masalah inti dalam perundingan ini antara lain menyangkut isu pengayaan uranium dan pencabutan sanksi ekonomi yang masih menjadi sorotan utama. AS menekan Tehran untuk menghentikan beberapa aspek program nuklirnya, sementara Iran bersikeras meminta jaminan pencabutan sanksi secara tegas sebagai bagian dari kesepakatan. Ketidakjelasan mengenai bagaimana dan seberapa cepat sanksi akan dicabut membuat pihak Iran meragukan posisi AS.Araghchi: Putaran Baru Negosiasi dengan AS Kemungkinan Digelar Kamis -  Islam Times

Baca Juga: Kapolres Bogor Berbagi Takjil hingga Bukber Bareng Mahasiswa dan Masyarakat

Selain itu, tuntutan AS yang lebih luas — seperti masa berlaku kesepakatan yang tidak terbatas atau keterkaitan pembicaraan nuklir dengan isu lain seperti sistem rudal atau dukungan kelompok militan — juga sering menjadi batu sandungan bagi Iran, yang melihatnya sebagai perluasan negosiasi di luar fokus inti program nuklir.

Negosiasi ini berlangsung di tengah ketegangan regional.

Hadirnya kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah dan tekanan diplomatik yang intens ikut memperumit iklim diplomasi. Pada saat yang sama, Iran menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan mencari solusi diplomatik yang adil.

Pihak Iran sendiri mengaku siap untuk mencapai kesepakatan nuklir “secepat mungkin” dengan AS jika niat baik dan kemauan politik benar‑benar ditunjukkan. Namun realitas tuntutan yang tampak tidak konsisten dari Washington dianggap sebagai hambatan fundamental yang perlu diselesaikan agar pembicaraan tidak terus berulang tanpa hasil

Shoppe Mall