Papua Nugini Ajukan Zona Aman ke Indonesia
Jangkauan Tanggerang – Papua Nugini Dalam upaya menjaga stabilitas kawasan perbatasan dan meredam dampak konflik di Papua, pemerintah Papua Nugini (PNG) baru‑baru ini mengajukan usulan pembentukan zona aman atau “buffer zone” sepanjang perbatasan darat antara PNG dan Papua/Indonesia. Usulan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa kekerasan dan konflik di wilayah Papua Barat bisa meluas melewati garis perbatasan dan mempengaruhi keamanan bersama.
Usulan Zona Aman dan Alasan PNG
Menurut Menteri Pertahanan PNG, usulan buffer zone sepanjang 10 kilometer di sepanjang perbatasan ini dirancang sebagai “no‑man’s land” — area di mana kekuatan militer dan pemerintahan tidak diperkenankan mendirikan fasilitas militer.
Tujuannya: mencegah potensi penyebaran konflik, pergerakan bersenjata, atau pelarian kelompok bersenjata dari wilayah Papua ke PNG, sekaligus mengurangi risiko penularan kekerasan kepada wilayah PNG.
PNG menyuarakan bahwa meskipun menghormati kedaulatan Indonesia atas Papua, mereka berkepentingan menjaga keamanan sisi perbatasan — sebab ketidakstabilan di wilayah perbatasan juga bisa berdampak pada PNG.
Baca Juga: Polda Bengkulu Salurkan 2 Ton Beras Logistik ke Sumbar Sumut dan Aceh
Konteks Konflik di Papua dan Kekhawatiran Meluas
Konflik di Papua Barat selama 2025 terus mendapat sorotan. Salah satu peristiwa tragis yang terjadi adalah Yahukimo massacre 2025 — serangan terhadap pekerja tambang di wilayah Yahukimo, Highland Papua — yang menimbulkan korban tewas puluhan warga sipil.
Situasi ini menimbulkan keprihatinan negara tetangga seperti PNG, terutama terkait potensi pelarian korban atau pelaku konflik melewati perbatasan darat yang panjang dan terkadang sulit diawasi.
Selain itu, sudah ada kerja sama antar‑kepolisian PNG dan Indonesia untuk pengawasan perbatasan, misalnya dalam penanggulangan penyelundupan narkoba dari PNG ke Indonesia, sebagai bukti bahwa kedekatan dan kerawanan di perbatasan menjadi perhatian bersama.
Respon Indonesia & Kepentingan Diplomatis
Pemerintah Indonesia — lewat pernyataan resmi — menghormati hak PNG untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negaranya. Namun, Indonesia menekankan bahwa setiap kerja sama atau pembentukan zona apapun harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia.
Dalam hal ini, usulan PNG bisa menjadi bagian dari dialog diplomatik bilateral dan trilateral (seperti dengan Australia) untuk menangani isu-isu perbatasan, pengungsi, dan keamanan kawasan.
Potensi Dampak & Tantangan
Usulan zona aman tentu membawa potensi manfaat — yaitu stabilitas kawasan, pengurangan risiko penyebaran kekerasan, dan kerjasama keamanan lintas perbatasan.
Perlu kesepakatan jelas tentang pengawasan, patroli, dan kontrol zona aman agar tak jadi konflik baru.
Kerja sama lintas batas harus menjunjung hak asasi manusia — warga sipil di daerah perbatasan tidak boleh jadi korban patroli militer.
Papua Nugini Mengapa Ini Penting bagi Kedua Negara
Usulan zone aman ini menunjukkan bahwa konflik di Papua Barat bukan semata persoalan dalam negeri Indonesia — tetapi memiliki implikasi regional terutama bagi negara tetangga seperti PNG. Dengan kesepakatan dan kerja sama, kedua negara bisa bersama‑sama menjaga perdamaian dan mengantisipasi meluasnya konflik.






