1. Pembangunan Gedung Sekolah Minggu di Deliserdang Maju 60%, Warga & Donatur Bergotong-royong
Jangkauan Tanggerang — Pembangunan Gedung Sekolah Komisi Pelayanan Anak (KPA) dan Rumah Dinas Pendeta Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Resort 42 Tanjung Anom kini telah mencapai sekitar 60 persen. Gedung ini sebagian sudah bisa digunakan, terutama ruang sekolah minggu dan ruang rapat jemaat.
Proses pembangunan ini tidak hanya dikerjakan oleh kontraktor, tetapi melibatkan jemaat dan masyarakat yang bersemangat bergotong-royong. Ini menunjukkan bahwa proyek tersebut lebih dari sekadar fasilitas fisik—melainkan simbol kebersamaan, iman, dan kasih antar warga.
Ketua Panitia menyebut bahwa tinggal bagian lantai dua dan atap yang belum selesai. Rumah dinas pendeta dan fasilitas tambahan lainnya masih dalam tahapan pengerjaan.
2. Minggu BNKP: Wadah Anak-anak Bertumbuh dalam Kasih dan Iman
Pembangunan gedung Sekolah Minggu di Resort 42 Tanjung Anom bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga tentang bagaimana iman dan kasih ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.
Melalui fasilitas yang layak dan representatif, pelayanan Sekolah Minggu diharapkan semakin nyaman dan efektif, sehingga anak-anak dapat belajar nilai-nilai Kristen seperti kasih, kepedulian, kerja sama, dan kejujuran dalam suasana yang mendukung.
Ruang KPA (Komisi Pelayanan Anak) yang sudah bisa digunakan memberi harapan bahwa kegiatan Sekolah Minggu bisa dilakukan lebih rutin dan terstruktur. Penggunaan ruang yang aman, bersih, dan suasana yang mendukung iman sangat membantu perkembangan moral dan kerohanian generasi muda.
Baca Juga: Kurangi Impor Dua Poktan di Humbahas Ditargetkan Jadi Penghasil Bawang Putih
3. Donatur dan Jemaat Bergotong-royong Hidupkan Pelayanan Anak lewat Gedung Sekolah Minggu
Proyek gedung Sekolah Minggu BNKP Resort 42 mendapat dukungan besar dari jemaat serta donatur lokal. Meski dana utama tidak disebutkan secara detail, partisipasi masyarakat menjadi elemen penentu agar pembangunan bisa berjalan.
Kemauan warga untuk ikut dalam pekerjaan fisik, menyediakan tenaga, bantuan material, doa bersama, menjadi bukti bahwa proyek ini dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab gereja saja.
Pendeta dan pengurus jemaat berharap agar pembangunan bisa selesai tepat waktu dan dana yang masih dibutuhkan segera terpenuhi lewat sumbangan dan donasi, agar rumah sekolah minggu dan rumah dinas pendeta segera berguna penuh.
4. Tantangan Pembangunan Sekolah Minggu di Deliserdang: Dari Material hingga Penyelesaian Rumah Pendeta
Meskipun sudah mencapai 60 persen, pembangunan masih menghadapi beberapa kendala. Bagian lantai dua dan atap rumah dinas pendeta, serta fasilitas tambahan lain masih belum rampung.
Ada juga kebutuhan akan material dan donatur tambahan agar pembangunan bisa selesai sesuai rencana. Panitia juga memerlukan tambahan tenaga kerja dan koordinasi agar waktu penyelesaian bisa dipercepat.
Koordinasi antar pihak juga penting: gereja, jemaat, tukang lokal, pemerintah setempat, dan donatur harus terus bersinergi. Apalagi aspek keamanan, kualitas bangunan, dan kenyamanan anak-anak menjadi pertimbangan utama.
5. Harapan Besar Minggu Baru untuk Kelangsungan Kasih dan Iman di Deliserdang
Keberadaan gedung Sekolah Minggu yang memadai bukan hanya memperkuat pelayanan ibadah anak-anak, tapi juga menyediakan ruang sosial di mana anak bisa belajar nilai komunitas, saling peduli, dan tumbuh spiritualnya dalam lingkungan yang mendukung.






