Komisi X DPR Gelar Rapat Kerja dengan Rektor UI dan UGM Bahas Pengembangan Pendidikan Tinggi
Jangkauan Tanggerang – Komisi X DPR Rapat Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengadakan rapat kerja dengan rektor universitas terkemuka di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk membahas berbagai isu penting dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk permasalahan anggaran, kualitas pendidikan, hingga penguatan riset dan pengabdian masyarakat. Rapat yang berlangsung pada Rabu (7/2) ini bertujuan untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia, serta memastikan keberlanjutan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di tanah air.
Fokus pada Penguatan Pendidikan dan Riset
Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, ini membahas beberapa agenda strategis terkait pengembangan sektor pendidikan tinggi, termasuk pentingnya peningkatan kualitas pengajaran, riset, serta peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam rapat ini, hadir perwakilan dari kedua universitas tersebut, yakni Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, dan Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, yang memberikan pemaparan mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh kampus mereka.
Syaiful Huda menyampaikan, bahwa sektor pendidikan tinggi harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman, terutama dalam menghadapi era digitalisasi dan revolusi industri 4.0. “Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM yang berkualitas, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, perlu adanya pembaruan dalam sistem pendidikan, riset, dan pengembangan kurikulum agar relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Baca Juga: Sekretaris BKPSDM Lampung Tengah Dipanggil KPK Terkait Suap Bupati Ardito
Rektor UI Soroti Tantangan Pendanaan dan Inovasi
Ia menyebutkan bahwa meskipun terdapat dana dari pemerintah, namun jumlahnya masih jauh dari cukup untuk mendukung riset yang kompetitif di tingkat internasional.
“Untuk memperkuat riset, kita membutuhkan dana yang lebih besar, baik dari pemerintah, maupun melalui kerjasama dengan industri. Tidak hanya itu, program-program unggulan yang ada di kampus juga memerlukan dukungan anggaran yang lebih optimal,” ungkap Prof. Ari. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sektor industri untuk menciptakan riset yang aplikatif dan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pengembangan kurikulum berbasis industri dan teknologi mutakhir juga menjadi prioritas bagi UI.
UGM Fokus pada Penguatan Pengabdian Masyarakat
Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, mengungkapkan pentingnya pengabdian masyarakat sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, UGM tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga pada kontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat melalui program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal.
“UGM berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah, dengan fokus pada solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang kesehatan, lingkungan, maupun pemberdayaan ekonomi,” ujar Prof. Ova.
Hal ini penting agar perguruan tinggi dapat menjalankan tugasnya secara optimal, tidak hanya dalam aspek pendidikan dan riset, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan Anggaran untuk Pendidikan Tinggi
Salah satu topik utama dalam rapat ini adalah mengenai dukungan anggaran untuk pendidikan tinggi. Mereka juga menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung penguatan sektor pendidikan tinggi, termasuk pengembangan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.
Dalam rapat tersebut, anggota Komisi X DPR juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan program beasiswa yang lebih luas untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu, agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan berkualitas di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Komisi X DPR Rapat Mendorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri
Prof. Ari Kuncoro dan Prof. Ova Emilia sepakat bahwa penguatan kerjasama dengan dunia usaha akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis, sekaligus mempermudah penerapan hasil riset.
“Industri memiliki peran penting dalam mempercepat inovasi dan pengembangan teknologi. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus semakin terbuka dalam menjalin kerjasama dengan industri untuk menciptakan lapangan kerja baru dan produk inovatif yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global,” jelas Prof. Ova.
Komitmen Komisi X DPR dalam Pembangunan Pendidikan
Syaiful Huda, selaku Ketua Komisi X, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung kebijakan dan program-program yang dapat memperkuat sektor pendidikan tinggi di Indonesia. Komisi X DPR berjanji untuk memperjuangkan peningkatan anggaran pendidikan, pengembangan riset, serta memperbaiki kualitas pengajaran agar Indonesia dapat menghasilkan SDM yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.






