Hari Kedua Pencarian Korban Tabrakan Kapal Tongkang di Muna, 1 Nelayan Ditemukan Tewas
Jangkauan Tanggerang — Hari Kedua Pencarian Korban Operasi pencarian korban kecelakaan laut yang terjadi di perairan Kabupaten Muna memasuki hari kedua. Insiden tabrakan antara kapal nelayan dengan kapal tongkang dilaporkan menelan korban jiwa: satu nelayan ditemukan tewas, sementara sejumlah lainnya masih dalam pencarian.
Kronologi Singkat Peristiwa
Kejadian tabrakan dilaporkan terjadi di perairan sekitar Bonea–Maligano, Kabupaten Muna. Dalam kecelakaan tersebut kapal nelayan bertabrakan dengan kapal tongkang yang melintas di jalur tersebut.
Setelah kejadian, tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian sejak hari pertama. Pada hari kedua, salah satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia — berdasarkan keterangan resmi dari Kantor SAR Kendari
Identitas korban yang ditemukan belum diumumkan secara rinci kepada media; pihak SAR dan pemerintahan setempat menyatakan bahwa proses evakuasi masih berlangsung dan area pencarian diperluas.
Baca Juga: PT DKI Perberat Hukuman Pengusaha Bambang Widianto Jadi 10 Tahun Penjara di Kasus Gerobak UMKM
Hari Kedua Pencarian Korban Kondisi Operasi SAR & Tantangan
Tim SAR gabungan terdiri dari Unit Siaga SAR Muna, Basarnas Kendari, TNI AL, dan warga setempat bergerak melakukan penyisiran menggunakan kapal dan perahu cepat.
Tantangan yang dihadapi antara lain kondisi cuaca yang tidak sepenuhnya bersahabat, arus laut yang cukup kuat, serta kemungkinan puing kapal atau objek tenggelam yang menyulitkan pencarian.
Pihak SAR menyebut bahwa area pencarian diperluas ke radius beberapa mil laut dari lokasi kecelakaan awal, guna memastikan tidak ada korban lain yang terbawa arus atau terseret ke lokasi jauh.
Implikasi & Pesan Penting
Kecelakaan ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran nelayan terutama ketika melintas di jalur yang dilalui kapal ukuran besar seperti tongkang.
Ke Depan
Pencarian korban yang masih hilang akan terus dilanjutkan hingga hasilnya maksimal, dengan dukungan logistik dan personel SAR yang siap siaga.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tabrakan bermula saat dua orang nelayan sedang melaut menggunakan perahu fiber di sekitar perairan Bonea. Dalam kondisi malam dan terbatasnya pencahayaan, perahu mereka diduga ditabrak kapal tongkang bermuatan batu bara yang tengah melintas.
Kedua nelayan sempat dilaporkan hilang. Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim SAR Muna dibantu Basarnas Kendari, TNI AL, Polairud, serta warga sekitar dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian.
Kondisi Cuaca Menantang
Tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain cuaca yang berubah-ubah, arus laut yang cukup deras membuat proses pencarian membutuhkan waktu dan peralatan tambahan. Hingga kini, pencarian masih terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran.
“Kami masih berupaya menemukan satu korban lainnya. Pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan atau korban ditemukan,” ujar Wahyudi.
Imbauan Keselamatan
Pihak Basarnas mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan keselamatan saat melaut, terutama saat malam hari. Mereka diharapkan menggunakan alat keselamatan seperti pelampung dan lampu sinyal, serta menghindari jalur pelayaran kapal besar.
Selain itu, otoritas pelabuhan dan perhubungan laut juga diminta mempertegas aturan terkait jalur pelayaran antara kapal niaga dan kapal nelayan demi mencegah insiden serupa terjadi kembali.






