Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Harga Daging Sapi Naik Pedagang Depok Terjepit di Tengah Aksi Mogok

Harga Daging Sapi Naik
Shoppe Mall

Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Depok Terjepit di Tengah Aksi Mogok

Jangkauan Tanggerang – Harga Daging Sapi Naik Kenaikan harga daging sapi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah mempengaruhi kehidupan ekonomi di Kota Depok, khususnya bagi para pedagang daging yang mengeluh terjepit antara kenaikan harga pasokan dan tuntutan pembeli yang semakin mengeluh soal harga. Tidak hanya itu, para pedagang daging sapi di pasar tradisional juga kini menghadapi aksi mogok yang dilakukan oleh sebagian besar pemasok daging sapi di wilayah tersebut, yang menuntut harga jual daging yang lebih tinggi agar dapat menutup biaya operasional mereka.

Akibatnya, para pedagang di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Depok, Pasar Cisalak, dan Pasar Beji terpaksa harus menanggung dampak dari ketidakseimbangan harga yang makin tinggi, sementara daya beli masyarakat semakin menurun.

Shoppe Mall

Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi

 Salah satunya adalah terhambatnya pasokan daging sapi dari beberapa daerah penghasil daging utama di Indonesia, seperti Jawa Timur, Sumatra, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, naiknya harga bahan bakar dan logistik turut berkontribusi dalam lonjakan harga daging sapi. Peternak dan pemasok daging sapi mengaku kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar akibat biaya transportasi yang semakin membengkak. Sementara itu, permintaan pasar yang masih tinggi tetap mendesak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan dan musim perayaan.

Menurut Siti Maesaroh, seorang pedagang daging sapi di Pasar Depok, harga daging sapi jenis sirloin dan has dalam kini mengalami lonjakan tajam, bahkan mencapai Rp 130.000 hingga Rp 150.000 per kilogram. Padahal, beberapa bulan sebelumnya harga daging sapi masih berada di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 110.000 per kilogram.

“Seminggu terakhir ini, harga daging sapi sangat sulit dikendalikan. Kami hanya bisa mengikuti harga dari pemasok, meskipun banyak konsumen yang mengeluhkan harga yang terus naik. Mereka merasa semakin kesulitan membeli daging,” ujar Siti dengan wajah cemas.Sudah Siap? Harga Daging Sapi Bisa Rp 180 Ribu saat Lebaran - GenPI.co

Baca Juga: Protes Penghapusan Angkot Tua Ratusan Sopir Geruduk Balai Kota Bogor

Mogoknya Pemasok Daging Sapi

Di balik lonjakan harga ini, beberapa pemasok dan distributor daging sapi di Depok terpaksa melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes terhadap kebijakan harga yang tak sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan.

Aksi mogok ini membuat pasokan daging sapi ke pasar tradisional terganggu, bahkan menyebabkan kekosongan stok di beberapa pasar yang biasa menjadi langganan warga Depok. Para pedagang terpaksa mengurangi volume penjualan atau bahkan menutup sementara kios mereka karena kekurangan pasokan. Beberapa pedagang juga khawatir jika mereka tetap memaksakan jual dengan harga tinggi, akan kehilangan pelanggan yang sudah mulai beralih ke produk lain atau memilih mengurangi konsumsi daging sapi.

“Sudah tiga hari ini kami kesulitan mendapatkan pasokan daging. Banyak pemasok yang mogok karena harga daging terus merangkak naik, dan mereka tidak bisa lagi menahan kerugian. Kami pedagang kecil seperti terjepit di tengah situasi ini,” kata Ali, seorang pedagang daging sapi di Pasar Cisalak.

Dampak Mogok Terhadap Pedagang dan Konsumen

Dampak dari mogoknya pemasok ini sangat terasa di kalangan pedagang kecil dan konsumen. Para pedagang mengeluhkan bahwa mereka terpaksa menanggung beban akibat melonjaknya harga beli daging, yang menyebabkan margin keuntungan mereka semakin tipis. Selain itu, mereka juga terpaksa menghentikan sementara operasional kios atau toko mereka karena tidak mendapatkan pasokan daging yang cukup.

Di sisi lain, konsumen juga mulai merasakan dampaknya. Banyak rumah tangga yang mengurangi konsumsi daging sapi karena harga yang terus merangkak naik.  Hal ini membuat pedagang semakin khawatir akan penurunan daya beli yang semakin parah.

“Biasanya kami belanja daging sapi untuk konsumsi sekeluarga, tapi sekarang harganya sudah terlalu tinggi. Saya bahkan terpaksa mencari alternatif lain seperti ayam atau ikan. Daging sapi sudah tidak masuk lagi dalam anggaran belanja kami,” ujar Tati, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Cilodong.

Solusi yang Diharapkan oleh Pedagang dan Pemasok

Para pedagang daging sapi di Depok berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi yang lebih adil bagi semua pihak, baik pedagang, pemasok, maupun konsumen.

“Harapan kami, pemerintah bisa membantu menstabilkan harga daging sapi. Kami tidak bisa lagi menjual dengan harga yang terlalu tinggi karena pelanggan mulai berkurang.

Shoppe Mall