FBR Pastikan Tak Ada Tugas Khusus dari Kapolda Metro Usai Diminta Bantu Jaga Jakarta
Jangkauan Tanggerang – Pastikan Tak Ada Front Betawi Rempug (FBR), salah satu organisasi masyarakat yang cukup dikenal di DKI Jakarta, menegaskan bahwa mereka tidak diberikan tugas khusus oleh Kapolda Metro Jaya setelah diminta untuk membantu menjaga ketertiban di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak FBR setelah munculnya kabar yang menyebutkan bahwa organisasi tersebut dilibatkan dalam beberapa operasi keamanan menjelang acara besar di ibu kota.
Ketua Umum FBR, H. Sutrisno, menjelaskan bahwa meskipun organisasi mereka selalu siap mendukung aparat keamanan dalam menjaga ketertiban, namun tidak ada perintah khusus atau tugas formal dari Kapolda Metro Jaya. “Kami tidak diberikan tugas khusus. Kami hanya diminta untuk ikut berperan aktif dalam membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan warga Jakarta. Namun, kami tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan akan selalu mendukung kebijakan yang positif bagi masyarakat,” ujar Sutrisno dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (16/10).
Penguatan Kerjasama dengan Kepolisian
Menurutnya, FBR merasa terpanggil untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban di Jakarta karena organisasi ini memiliki banyak anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka, kata Sutrisno, memiliki potensi untuk berperan dalam memantau kondisi sekitar dan membantu aparat dalam hal koordinasi dengan masyarakat. “Kami ingin membantu memastikan bahwa kegiatan-kegiatan masyarakat berlangsung dengan aman dan tertib. Tentu saja, kami tetap menjaga jarak dan tidak mengintervensi tugas kepolisian,” tambah Sutrisno.
Baca Juga: Maaf Erick Thohir ke Prabowo di Ratas: Kita Belum Berhasil ke Piala Dunia 2026
FBR Pastikan Tak Ada Keterlibatan FBR: Bukan untuk Menambah Beban Polri
Lebih lanjut, Sutrisno menekankan bahwa keterlibatan FBR dalam menjaga Jakarta adalah bentuk partisipasi sosial, dan bukan sebagai bentuk pengganti atau tambahan bagi tugas kepolisian. Ia menegaskan bahwa FBR tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan hukum atau mengambil alih fungsi polisi dalam hal penegakan hukum.
“FBR bukan lembaga penegak hukum, kami bukan pasukan pengamanan. Kami hanya membantu menjaga lingkungan tetap kondusif dengan komunikasi yang baik antar masyarakat. Jika ada sesuatu yang mencurigakan atau situasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami akan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian,” jelasnya.
Sutrisno juga menambahkan bahwa FBR berkomitmen untuk menjaga keamanan tanpa melibatkan kekerasan atau tindakan anarkis.
Polda Metro Jaya: Kolaborasi dengan Masyarakat
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dalam kesempatan berbeda menanggapi keterlibatan FBR dengan mengapresiasi kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. “Kami menghargai partisipasi masyarakat, termasuk FBR, dalam menjaga ketertiban di Jakarta. Namun, kita semua harus mengingat bahwa tugas utama menjaga keamanan adalah kewajiban kepolisian. Masyarakat yang ingin berpartisipasi harus selalu menjaga agar tidak melewati batas kewenangan dan bekerja dalam kerangka hukum,” ungkap Fadil.
Polda Metro Jaya, menurut Fadil, memiliki mekanisme yang jelas dalam penanganan masalah keamanan. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti FBR sangat membantu dalam menciptakan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan, namun tidak menggantikan peran kepolisian yang memiliki otoritas dalam hal penegakan hukum.
Peringatan untuk Tidak Mengambil Tindakan Sendiri
Kami tidak akan mentolerir tindakan yang bisa menciptakan ketegangan atau potensi kerusuhan. Pihak-pihak yang membantu kami dalam menjaga ketertiban di Jakarta harus bekerja sama dalam koridor hukum yang ada,” tegas Kapolda.
FBR Pastikan Tak Ada Reaksi Positif dari Warga Jakarta
Keberadaan FBR di berbagai wilayah Jakarta selama beberapa tahun terakhir memang sering menjadi perhatian publik, baik positif maupun negatif.
Salah satu warga Jakarta, Rina, menyatakan bahwa ia merasa lebih tenang jika ada kerjasama antara masyarakat dan aparat kepolisian. “Saya rasa yang penting adalah kolaborasi yang baik antara warga, organisasi masyarakat, dan polisi. Tidak ada salahnya FBR ikut berpartisipasi selama itu untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Kami berharap semua bisa bekerja sesuai dengan aturan dan kewenangan yang ada, agar Jakarta tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Penutup: Sinergi untuk Jakarta yang Lebih Aman
Keterlibatan FBR dalam menjaga ketertiban Jakarta menunjukkan bahwa peran serta masyarakat dalam menciptakan keamanan sangat penting. Namun, penting juga untuk menjaga agar partisipasi masyarakat tidak mengganggu tugas kepolisian yang memang memiliki otoritas penuh dalam penegakan hukum.
