Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Putus

Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi
Shoppe Mall

Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Putus

Jangkauan Tanggerang — Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan rumah warga. Banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu (26-27 Desember 2025) menyebabkan puluhan rumah rusak, dan salah satu jembatan utama yang menghubungkan beberapa wilayah di Sukabumi putus total. Bencana ini mengganggu mobilitas masyarakat dan memicu perhatian dari pemerintah daerah serta pihak berwenang untuk segera menanggulangi dampak dari cuaca ekstrem tersebut.

Banjir dan Longsor Menimpa Beberapa Kecamatan

Bencana ini diawali dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi selama dua hari berturut-turut. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai-sungai di daerah tersebut meluap, membawa air dan material tanah yang menimbulkan longsor dan banjir bandang. Beberapa kecamatan yang terparah terdampak antara lain Cicurug, Cisaat, dan Nagrak.

Shoppe Mall

Banjir bandang yang terjadi di kawasan tersebut menyebabkan puluhan rumah warga terendam, sementara beberapa bangunan dan fasilitas umum seperti jembatan dan jalan raya hancur. Salah satu jembatan penghubung di kecamatan Cicurug, yang menjadi jalur utama bagi kendaraan dan aktivitas masyarakat, putus akibat tergerus derasnya arus air. Ini membuat akses antarwilayah menjadi terhambat dan menyulitkan proses evakuasi serta distribusi bantuan.Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak gegara Cuaca Ekstrem

Baca Juga: 31 Rute Transjakarta Dialihkan saat Car Free Night Malam Tahun Baru

Puluhan Rumah Warga Rusak Parah

Sebagian besar rumah yang rusak berada di kampung-kampung yang berada di bantaran sungai atau wilayah dengan kondisi tanah yang labil. Sebanyak 45 rumah dilaporkan rusak, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Banyak rumah yang hancur dan tidak bisa lagi dihuni karena tergenang air atau tertimbun tanah longsor.

“Rumah kami rusak parah. Dindingnya roboh, dan seluruh barang-barang kami hanyut terbawa arus. Kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa,” kata Rudi (42), salah seorang warga Cicurug yang rumahnya hancur diterjang banjir.

Selain rumah, tanaman dan hewan ternak yang menjadi sumber kehidupan bagi sebagian besar warga juga banyak yang rusak atau hilang. Petani di daerah ini mengungkapkan bahwa sawah-sawah mereka terendam, sementara sebagian ternak seperti kambing dan ayam hilang terbawa arus.

Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi Jembatan Putus, Akses Terhambat

Selain rumah yang rusak, kejadian yang lebih memprihatinkan adalah putusnya jembatan penghubung utama di Cicurug. Jembatan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa desa di Sukabumi dengan pusat kota dan daerah-daerah lainnya. Putusnya jembatan ini membuat warga terisolasi, dengan akses menuju tempat-tempat vital seperti rumah sakit dan pasar menjadi sangat terbatas.

“Sebelum jembatan ini putus, akses ke desa-desa di sekitar sangat lancar. Sekarang, kami harus memutar jauh sekali untuk mencapai pusat kota. Ini sangat menyulitkan, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan kesehatan atau barang-barang kebutuhan pokok,” ujar Dedi (36), salah seorang warga yang tinggal di sekitar jembatan yang putus.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, bersama sejumlah pejabat daerah langsung melakukan inspeksi ke lokasi terdampak bencana. Bupati juga menginstruksikan agar bantuan darurat segera dikirimkan untuk membantu para korban yang terdampak, termasuk makanan, pakaian, dan obat-obatan.

“Kami akan melakukan segala upaya untuk membantu warga yang terdampak, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan jangka panjang. Kami juga akan bekerja sama dengan BNPB untuk segera membangun kembali infrastruktur yang rusak,” ungkap Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Selain itu, pihak pemerintah juga memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa memicu bencana alam seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah Sukabumi.

Masyarakat Gotong Royong dalam Penanggulangan Bencana

Di tengah kondisi yang sulit, masyarakat Sukabumi menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi. Warga saling membantu dalam membersihkan puing-puing rumah yang rusak dan menyalurkan bantuan kepada mereka yang terdampak. Beberapa lembaga sosial dan organisasi kemanusiaan juga turun tangan untuk mengirimkan bantuan berupa bahan makanan, pakaian, dan perlengkapan darurat.

“Meski dalam keadaan sulit, kami saling membantu satu sama lain. Ini sudah menjadi budaya kami.

Shoppe Mall