Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Banjir, Pemkot Surabaya Akan Tambah 5 Rumah Pompa
Jangkauan Tanggerang — Antisipasi Cuaca Ekstrem Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah proaktif untuk mengatasi potensi banjir yang kerap melanda kota ini, terutama selama musim hujan dan cuaca ekstrem. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Surabaya berencana untuk menambah lima rumah pompa baru yang tersebar di beberapa titik rawan banjir. Tambahan rumah pompa ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan air dan mencegah genangan serta banjir yang sering mengganggu aktivitas warga.
Langkah Strategis Pemkot Surabaya
Menurut Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pembangunan lima rumah pompa ini merupakan salah satu bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak buruk cuaca ekstrem yang seringkali menyebabkan banjir. Pemkot Surabaya sebelumnya telah memfokuskan upaya pada normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase, serta peningkatan sistem pemantauan cuaca. Namun, dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, penambahan rumah pompa menjadi salah satu solusi teknis yang paling efektif dalam menghadapi hujan lebat dan potensi banjir.
“Rumah pompa adalah infrastruktur vital dalam mengelola genangan air. Ketika hujan deras mengguyur, rumah pompa akan membantu mengalirkan air dengan cepat, mencegah air meluap ke jalan-jalan dan pemukiman warga,” ujar Eri Cahyadi dalam acara peresmian pembangunan rumah pompa di salah satu titik yang rawan banjir.
Penambahan lima unit rumah pompa ini dijadwalkan akan selesai pada akhir 2026 dan tersebar di sejumlah wilayah yang selama ini sering terendam banjir. Beberapa di antaranya akan dibangun di kawasan pinggiran kota yang rentan terhadap genangan air, serta daerah yang memiliki saluran drainase yang kurang optimal.
Menghadapi Tantangan Cuaca Ekstrem
Surabaya, sebagai kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi, kerap menghadapi tantangan besar saat musim hujan tiba. Beberapa wilayah, seperti kawasan Surabaya Barat dan Surabaya Timur, memiliki karakteristik geografis yang membuatnya rawan tergenang air saat hujan deras. Tidak jarang, hujan lebat dalam waktu singkat mengakibatkan saluran air tersumbat dan menyebabkan banjir.
Selain penambahan rumah pompa, pemerintah kota juga sedang mengembangkan sistem pemantauan hujan berbasis teknologi untuk memantau curah hujan secara real-time, sehingga dapat memberikan peringatan lebih awal kepada masyarakat dan instansi terkait.
“Kami ingin agar Surabaya menjadi kota yang lebih tangguh dalam menghadapi cuaca ekstrem. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan meningkatkan infrastruktur pengelolaan air, termasuk rumah pompa,” lanjut Eri Cahyadi.
Baca Juga: Gugur Saat Longsor Cisarua KBB Praka Marinir Hamid Tinggalkan Istri yang Sedang Hamil 4 Bulan
Dampak Positif Bagi Masyarakat
Masyarakat pun menyambut positif langkah Pemkot Surabaya dalam menambah rumah pompa. Beberapa warga yang selama ini tinggal di kawasan rawan banjir merasa lega karena masalah banjir yang sudah menjadi masalah tahunan mereka kini mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Salah satunya, Siti Halimah (45), warga kawasan Surabaya Barat, yang mengungkapkan harapannya agar pembangunan rumah pompa ini dapat meringankan penderitaan warga yang sering terendam banjir setiap musim hujan. “Banjir sudah menjadi masalah besar di sini. Setiap tahun kami harus mengungsi atau membersihkan rumah yang terendam. Dengan adanya rumah pompa ini, semoga genangan air bisa cepat surut dan kami tidak perlu khawatir lagi saat hujan deras datang,” ujar Siti.
Kolaborasi dengan Pihak Swasta
Selain mengandalkan anggaran daerah, Pemkot Surabaya juga bekerja sama dengan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan rumah pompa. “Kolaborasi ini penting agar pembangunan infrastruktur kota tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta yang memiliki peran besar dalam pembangunan kota,” kata Eri Cahyadi.
Penanggulangan Banjir yang Berkelanjutan
Pemkot Surabaya juga berencana untuk melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas rumah pompa yang baru, serta memastikan bahwa seluruh sistem drainase dan pengelolaan air di kota ini berfungsi secara optimal. Untuk itu, selain penambahan rumah pompa, Pemkot juga berupaya memperbaiki saluran drainase yang tersumbat dan meremajakan kanal-kanal yang ada.






