Antisipasi Banjir: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi (BPBD) Pantau Tinggi Muka Air Kali Bekasi
Jangkauan Tanggerang – Antisipasi Banjir Kawasan bantaran Sungai Kali Bekasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir—baik akibat curah hujan lokal maupun kiriman air dari hulu wilayah aliran sungai. Untuk antisipasi bencana ini, BPBD setempat aktif melakukan pemantauan ketinggian air (TMA = Tinggi Muka Air) dan mengimbau warga agar siaga.
Situasi Terkini
Dalam rilis resmi pada 18 Maret 2025, BPBD Kota Bekasi menyatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kota Bekasi serta hujan di daerah hulu seperti Cileungsi, Cikeas dan Cibongas (Bogor) selama 3‑4 jam telah meningkatkan TMA pada titik pertemuan aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas yang merupakan sumber aliran menuju Kali Bekasi.
BPBD menyebut bahwa Pusat Operasi dan Data (Pusdalops) telah memantau bahwa TMA mulai berangsur turun di titik tersebut, namun masih terdapat kekhawatiran apabila hujan tinggi di hulu terjadi kembali maka volume air yang diteruskan ke bantaran Kali Bekasi bisa meningkat kembali.
Sebelumnya, BPBD mencatat bahwa mereka telah memasang titik‑pantau 24 jam di lima lokasi pinggiran Kali Bekasi untuk deteksi dini banjir dan erosi bantaran sungai.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Korban Tabrakan Kapal Tongkang di Muna, 1 Nelayan Ditemukan Tewas
Penyebab Utama dan Risiko
Beberapa faktor yang membuat bantaran Kali Bekasi rawan banjir dan kerusakan:
Aliran sungai yang menerima kiriman air dari hulu, sehingga meskipun tidak hujan lokal, aliran bisa naik karena hujan di daerah hulu.
Infrastruktur tanggul dan bantaran yang dalam beberapa kasus belum permanen atau mengalami kerusakan, sehingga saat debit besar terjadi bisa terjadi penggerusan tanah atau longsor.
Sampah, sedimentasi, atau alih fungsi lahan di bantaran yang mengurangi kapasitas sungai dan memperlambat aliran air saat debit naik.
Penempatan permukiman atau fasilitas publik di wilayah banjir kiriman yang memiliki waktu jeda deteksi terbatas.
Antisipasi Banjir Upaya Penanganan Sistematis BPBD
Berikut langkah‑langkah yang tengah dijalankan oleh BPBD Kota Bekasi dalam rangka mitigasi dan kesiapsiagaan:
Monitoring dan Peringatan Dini
Pemasangan dan pemantauan titik‑pantau TMA di bantaran Kali Bekasi.
Publikasi perkembangan melalui kanal resmi (web, rilis, media sosial) agar Camat, Lurah dan warga mendapatkan informasi tepat waktu.
Imbauan kepada Warga sekitar bantaran
Minta warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Bekasi agar waspada terhadap potensi kenaikan muka air, terutama setelah hujan di hulu.
Instruksi agar membersihkan drainase, tidak membuang sampah ke sungai, dan mewaspadai gejala tanggul yang mulai amblas atau miring.
Kesiapan Operasional
Penyiagaan tim, kapal karet, perahu evakuasi, dapur umum, dan logistic standar jika banjir terjadi.
Koordinasi dengan instansi lain seperti kepolisian, PMI, dan relawan untuk evakuasi cepat dan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Antisipasi Banjir Penataan Infrastruktur dan Mitigasi Jangka Panjang
Perbaikan tanggul dan bantaran yang rusak atau belum permanen.
Penataan alih fungsi lahan di bantaran sungai, pengurangan sedimentasi dan peningkatan kapasitas aliran sungai.
Edukasi lingkungan untuk menjaga kebersihan sungai dan memperkuat fungsi sungai sebagai sistem drainase alami.
Tips dan Tindakan yang Bisa Dilakukan Warga
Agar antisipasi rumah tangga lebih siap menghadapi potensi banjir dari Kali Bekasi, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Waspadai apabila hujan terjadi di hulu (Cileungsi, Cikeas, Cibongas) karena bisa berdampak kiriman air ke Kali Bekasi dalam 2‑3 jam.
Simpan barang‑berharga di tempat tinggi, siapkan evakuasi mandiri seperti menyelamatkan kendaraan ke tempat aman.
Bersihkan saluran air di lingkungan sekitar, hindari buang sampah ke sungai, dan pastikan aliran drainase tidak tersumbat.
Kenali dan hindari zona rawan tanggul atau tebing sungai yang sudah menunjukkan retakan atau miring.
Siapkan kontak darurat BPBD (misalnya call center) dan rute evakuasi alternatif.
Penutup
Pemantauan Tinggi Muka Air oleh BPBD Kota Bekasi di bantaran Kali Bekasi adalah langkah penting dalam menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir kiriman. Meski demikian, kesiapsiagaan tidak hanya tanggung jawab pemerintah—peran serta warga lokal sangat krusial. Dengan kesigapan bersama dan koordinasi yang baik, potensi kerugian akibat banjir bisa diminimalkan.






