Baru Dibersihkan, Rumah Fitriwati di Cipondoh Kembali Terendam Banjir Dua Kali dalam Empat Hari
Jangkauan Tanggerang – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang membuat warga semakin geram. Salah satunya adalah Fitriwati, warga Kampung Candiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, yang rumahnya terendam banjir dua kali hanya dalam empat hari terakhir.

Kondisi ini bermula pada Minggu sore (6/7/2025), saat hujan deras mengguyur Kota Tangerang selama lebih dari tiga jam. Hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan banjir setinggi lebih dari 100 cm, merendam ribuan rumah di berbagai titik di Kota Tangerang.
“Baru saja selesai bersih-bersih kemarin sore, malamnya rumah sudah terendam lagi. Kami capek dan frustrasi,” ujar Fitriwati, Kamis (10/7/2025).
21 Titik Banjir di 5 Kecamatan Tangerang
Sehari setelah banjir pertama, warga sempat kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan sisa lumpur. Namun, pada Senin malam (7/7/2025) hingga Selasa dinihari (8/7/2025), hujan kembali mengguyur Kota Tangerang selama lebih dari enam jam.
Meski hujan lebih ringan dari sebelumnya, dampaknya masih cukup besar. Setidaknya 21 titik banjir tercatat di lima kecamatan: Cibodas, Pinang, Karang Tengah, Cipondoh, dan Ciledug.
Kampung Candiga menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, di mana ratusan rumah kembali terendam hingga ke dalam rumah warga.
Warga Mengungsi ke Masjid dan RPH
Pada banjir pertama, warga mengungsi ke dua titik yang tidak terdampak, yakni sebuah masjid dan rumah pemotongan hewan (RPH) yang warga jadikan sebagai posko pengungsian darurat. Namun, banjir susulan membuat kondisi semakin tidak menentu dan warga mulai lelah menghadapi bencana berulang.
“Tadi malam jam sebelas saya masih sempat tidur dengan harapan tidak akan banjir lagi. Tapi sekitar jam dua pagi, air sudah masuk lagi ke rumah,” tutur Fitriwati.
Seruan untuk Tindakan Serius Pemerintah
Banjir berulang ini memunculkan desakan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan jangka panjang, seperti perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan sistem peringatan dini banjir.
Warga berharap ada perhatian lebih serius untuk wilayah yang kerap terdampak banjir. Khususnya di Cipondoh, agar tidak terus-menerus menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun.






